jump to navigation

Dunia. 5 Agustus 2009

Posted by IBS Darul Aman in Hadits, Hikmah, Tausiyah.
trackback

Allah berfirman dalam Hadits Qudsi

يا دنيا اخدمي من خدمني واستخدمي من خدمك
Wahai dunia! Berkhidmatlah kepada orang yang telah berkhidmat kepada-Ku, dan perbudaklah orang yang mengabdi kepadamu.
(HQR. Al-Qudla`I yang bersumber dari Ibnu Mas`ud r.a).

Allah swt. Berfirman kepada dunia dan memanggil dengan menempatkannya sebagai orang yang berakal. Diperintahkannya agar berkhidmat atau melayani dan meladeni orang yang suka meluangkan atau menghabiskan waktu untuk berkhidmat kepada Allah, bersungguh-sungguh beribadah kepada-Nya, memperbanyak amal kebajikan, menjauhi larangan-Nya, menggiatkan diri untuk ta`at kepada-Nya, baik yang berhubungan dengan Khaliq(pencipta) maupun amalan yang bertalian dengan kepentingan masyarakatnya.

Bilamana orang itu betul-betul berkhidmat kepada Allah swt maka dunia ini atau alam ini pasti akan berkhidmat kepadanya. Kalau ia seorang petani, maka sawah ladang atau hasil buminya akan subur melimpah dan mudah rizkinya. Kalau ia seorang pedagang, akan mudah peruntungan dalam perdagangannya, mudah dapat kemajuan dalam perusahaannya, ia mudah mendapat rizki yang halal. Dan begitulah seterusnya.

Orang yang berkhidmat kepada Allah, senantiasa akan menikmati sehat badan, menikmati ketenangan hidup, menikmati kebahagiaan dan kesejahteraan rumah tangga, manikmati kerukunan bertetangga dan lain lain.

Meskipun hidupnya sederhana, akan tetapi hidup dan kehidupannya itu benar-benar mendapat dukungan dan pelayanan dari seluruh kehidupan dunia sekitarnya.

Allah swt telah menundukkan dan menyerahkan dunia ini dengan segala yang ada padanya, juga seluruh langit dengan isinya kepada manusia, untuk diusahakan dan diolahnya, guna memenuhi keperluan hidupnya, dengan berpedoman pada tuntunan agama Allah. Allah berfirman:

الم تروا أن الله سخر لكم ما في السماوات وما في الأرض وأسبغ عليكم نعمه ظاهرة وباطنة….

Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. (QS.Luqman; 20)

Namun yang sangat diutamakan, ialah keseimbangan kehidupan kini di dunia dengan kehidupan kelak di akhirat, sebagaimana firman Allah:

وابتغ فيما اتاك الله الدار الأخرة ولا تنس نصيبك من الدنيا وأحسن كما احسن الله اليك ولا تبغ الفساد في الأرض ان الله لا يحب المفسدين.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (alqoshash: 77)

Keseimbangan hidup ini sangat tergantung pada niat hati, apakah akan menggunakan dunia ini sebagai jembatan bagi kehidupan di alam akhirat ataukah hanya untuk menghambakan diri pada dunia.

Dalam Hadits mengenai “niat” yang diriwayatkan oleh Umar bin Khatthab r.a. sudah dijelaskan bahwa tiap-tiap amal perbuatan haruslah berlandaskan niat, dan nilai amal yang dikerjakan itu, pada sisi Allah tergantung kepada niat orang yang mengerjakannya, yakni kepada NAWAITU-nya. Karena itu, agar kita tetap berkhidmat kepada Allah, niatkanlah pada semua urusan dunia yang kita kerjakan, untuk bekal nanti di akhirat.

Seorang suami yang membanting tulang mencari nafkah bagi isteri dan anak-anaknya, dengan niat agar isteri dan anak-anaknya tidak bimbang mengerjakan ibadah, agar anak-anaknya tekun menuntut ilmu, maka usahanya itu akan diperhitungkan sebagai amal kebajikan yang akan mendapat pahala dan dimasukkan dalam golongan urusan akhirat juga.

Berikut beberapa Hadits Nabi saw mengenai urusan dunia:

من كانت الدنيا همه فرق الله عليه امره وجعل فقره بين عينيه ولم يأته من الدنيا الا ماكتب له ومن كانت الأخرة نيته جمع الله امره وجعل غناه في قلبه واتته الدنيا وهي راغمة

Barang siapa yang menjadikan dunia ini (pusat) cita-citanya, niscya Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kepapaan menghantui dirinya serta tidak akan dating kepadanya keduniaan melainkan sekedar apa yang telah ditetapkan. Dan barangsiapa yang menjadikan akhirat itu niatnya, niscaya Allah menghimpunkan segala urusan serta menciptakan kepuasan dalam hatinya sementara dunia datang tunduk kepadanya.

من انقطع الي الله عز وجل كفاه الله كل مؤونة ورزقه من حيث لا يحتسب ومن انقطع الي الدنيا وكله الله اليها.
Barangsiapa yang bertekad hanya menghubungkan diri kepada Allah swt semata, niscaya Allah menjamin segala keperluannya, dan memberinya rizki dari yang tidak pernah diduganya. Dan barangsiapa yang bertekad menhubungkan diri kepada dunia semata, niscaya Allah menyerahkannnya kepada dunia itu.

ينادي مناد دعوا الدنيا لأهله، ينادي مناد دعوا الدنيا لأهله، ينادي مناد دعوا الدنيا لأهلها
من اخذ من الدنيا اكثر مما يكفيه الخذ حتفه وهو لا يشعر.

Ada yang berseru (malaikat): “Biarkanlah dunia itu untuk enggemarnya, biarkanlah dunia itu untuk penggemarnya, biarkanlah dunia itu untuk penggemarnya! Barangsiapat yang mengambil dunia melebihi keperluannya, niscaya ia akan menemui ajualnya dalam ikeadaan tidak sadar. (H.R. Bazzar)

Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya, kenapa mereka yang tidak beriman atau dengan kata lain orang-orang kafir tetap bisa kaya, bahkan jadi millioner. Sesungguhnya mengenai hal ini Allah sudah menjelaskan dalam firmannya:
TIAP-TIAP MANUSIA MEMPEROLEH BALASAN AMAL PERBUATANNYA MASING-MASING

Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. (QS. Arraad; 18)

sumber hadist qudsi.

Komentar»

1. peduli santri - 6 Agustus 2009

artikelnya bagus….semoga kita semua bisa merenungkan Ayat-ayatNYA, Amin…..Amin…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.